FAJARMANADO.CO.ID
Wakil Wali Kota Tomohon Sendy GA Rumajar SE MIKom mendapat kesempatan bersua langsung Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Kantor BGN di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Wawali Sendy Rumajar yang juga Ketua Satgas MBG Kota Tomohon menjelaskan, dalam pertemuan tersebut telah diserahkan laporan, hasil laboratorium, daftar nama dan rekomendasi atas Kejadian Luar Biasa MBG di Kota Tomohon.
“Pak Kepala BGN memastikan akan mengganti biaya perawatan siswa-siswa yang tersebar di tiga rumah sakit di Kota Tomohon,” sebut Wawali Sendy Rumajar.
Selain itu, BGN menyebut adanya penindakan tegas bagi SPPG yang tidak bekerja profesional.
“Semua SPPG akan dicek kembali mana yang tidak sesuai standart. Dan juga akan mengirimkan Tim Investigasi dari Jakarta untuk SPPG di Kota Tomohon, terutama yang bermasalah,” ucap Wawali Sendy Rumajar mengutip pernyataan Kepala BGN.
“Semoga ada perbaikan dan penambahan SPPG yang baik sehingga masyarakat Tomohon dapat terlayani dengan baik,” sambungnya.
Di satu sisi, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berkembang pesat dan menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Kepala Negara juga menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG memberikan dampak ekonomi luas. Program tersebut menciptakan ekosistem usaha dan lapangan kerja di berbagai daerah.
“Dan MBG kita ini sudah sampai 60 juta hari ini. Kita akan mencapai 82 juta paling lambat Desember 2026. Paling lambat. Dengan kondisi sekarang saja, hari ini, MBG telah ada dapur ya, SPPG yang sudah operasional 22.275 dapur operasional. Dalam proses penilaian dan pengajuan, 13.829,” tutur Presiden Prabowo Subianto.
“Dengan 22.000 saja, sekarang menciptakan lapangan kerja 1 juta, 22.000 x 50 orang yang digaji tiap hari,” ungkap Presiden Prabowo.
