FILOSOFI SITOU TIMOU TUMOU TOU JADI PEDOMAN UTAMA KEPEMIMPINAN BARU TIDAR SULUT
FAJARMANADO.CO.ID – – Suasana kekeluargaan yang hangat dan semangat kebersamaan menyelimuti prosesi pergantian kepemimpinan Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Utara, yang berlangsung dengan khidmat namun penuh keceriaan, hari Minggu ini. Momen bersejarah ini menjadi titik awal perjalanan baru organisasi untuk semakin tumbuh, berkembang, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui hasil musyawarah mufakat, kepemimpinan resmi diamanahkan kepada Standius Bara Prima, S.Ikom., M.Ikom, sosok yang sudah tidak asing lagi di kalangan anak muda Sulawesi Utara. Akrab disapa Bro Bara, ia tampil dengan gaya yang sederhana dan membumi saat menyampaikan sambutan perdananya sebagai Ketua TIDAR Sulut.
Dalam pidatonya yang menyentuh hati, Bro Bara tidak hanya menyampaikan program kerja, namun menanamkan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas daerah. Ia mengangkat filosofi hidup kearifan lokal “Sitou Timou Tumou Tou” – manusia hidup untuk menghidupkan orang lain – sebagai dasar utama setiap langkah organisasi ke depan.
“Kita hadir bukan hanya sekadar menjadi bagian dari sebuah organisasi, tetapi kita ada untuk melayani. Filosofi leluhur kita mengajarkan bahwa makna keberadaan kita adalah ketika kita mampu memberi manfaat bagi sesama,” tegasnya disambut sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari seluruh kader yang hadir.
Pimpinan baru ini juga memberikan arahan yang jelas dan membangkitkan semangat. Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak terukur dari gedung atau dokumen semata, melainkan dari seberapa dekat mereka berada di tengah kehidupan rakyat.
“Saya tegaskan kepada semuanya, tugas kita ke depan adalah turun langsung ke lapangan. Siapkan barisan terbaik kita, dan menangkan hati rakyat bukan dengan cara yang keras, melainkan dengan sikap yang santun, pikiran yang cerdas, dan tindakan yang nyata,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Nama panggilan “Bara” yang melekat pada dirinya pun diartikan sebagai simbol dari gaya kepemimpinan yang diusungnya. Layaknya api yang memberikan cahaya dan kehangatan, kepemimpinannya dirancang untuk bersifat inklusif, cair, serta mudah menjangkau dan dipahami oleh seluruh generasi muda. Ia berkomitmen menjadikan TIDAR sebagai rumah tempat berkumpulnya ide-ide segar, energi positif, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Sulawesi Utara.
Acara ditutup dengan doa bersama dan foto bersama, meninggalkan kesan yang mendalam serta membawa harapan besar bahwa di bawah kepemimpinan ini, TIDAR Sulawesi Utara akan semakin kuat, semakin dicintai, dan semakin bermanfaat bagi tanah air.
