Tomohon Berperan Penting dalam Kerja Sama Kenya-Indonesia-Jerman untuk Pengembangan Energi Panas Bumi

by -852 Views

Manado, FAJARMANADO.CO.ID

Wali Kota Tomohon, Caroll J. A. Senduk SH, menegaskan peran penting Kota Tomohon dalam pengembangan energi panas bumi berkelanjutan dalam acara pembukaan ‘The Third Exchange South-South Triangular Cooperation on Geothermal (SSTC GEO Kenya–Indonesia–Germany)’. Acara ini berlangsung di Four Points by Sheraton Manado, Senin (10/11/2025).

Kegiatan internasional ini merupakan kolaborasi segitiga antara Kenya, Indonesia, dan Jerman, dengan fokus pada pengembangan energi panas bumi yang berkelanjutan dan inklusif. Kota Tomohon dan Manado menjadi tuan rumah pelaksanaan tahun ini.

Dalam sambutannya, Wali Kota Caroll Senduk menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Tomohon. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon, kami berterima kasih atas kesempatan menjadi bagian dari program penting ini,” ujarnya.

Baca juga:  INSENTIF KADER KB DAN UANG PESERTA KEGIATAN TPK: SEBAGIAN SUDAH DISALURKAN, SEBAGIAN MASIH DALAM PROSES

Program SSTC GEO merupakan bagian dari proyek Renewable Energy Mini-Grids in South-South Triangular Cooperation in Indonesia (ENTRI). Sebelumnya, kegiatan serupa telah diadakan di Bandung (November 2024) dan Kenya (Agustus 2025).

Wali Kota Tomohon memaparkan potensi besar energi panas bumi di Kota Tomohon, yang menjadi pusat wilayah kerja Panas Bumi Lahendong. Dengan kapasitas produksi mencapai 120 megawatt, Tomohon menyumbang lebih dari 40 persen sistem kelistrikan Sulutenggo (Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo).

Pemanfaatan energi panas bumi di Tomohon telah mendorong kemajuan di berbagai sektor:

– Agroindustri: Pabrik Gula Aren Masarang memanfaatkan air limbah panas bumi untuk mendukung petani lokal dan ekonomi pedesaan.

– Pariwisata: Objek wisata seperti Danau Linow dan Pemandian Air Panas Lahendong menarik lebih dari 150.000 wisatawan setiap tahun.

– Pemberdayaan Masyarakat: Dana hasil bagi panas bumi lebih dari Rp69 miliar sejak tahun 2022 telah dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan program kesehatan.

Baca juga:  Suasana Natal Mulai Meriah di Tumatangtang Satu Lurah Bill Montolalu Ajak Masyarakat Hias Jalan dan Lorong

Wali Kota Caroll Senduk juga menyampaikan harapan agar revitalisasi Pembangkit Listrik Siklus Biner Tondangow dapat terwujud melalui kolaborasi antara Direktorat Jenderal EBTKE, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), GIZ Jerman, serta masyarakat lokal. Proyek ini diharapkan menjadi model pembangkit listrik mikro berbasis komunitas.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Caroll Senduk mengundang para mitra dari Kenya dan Jerman untuk merancang proyek percontohan pemanfaatan langsung energi panas bumi, seperti pusat pengeringan geothermal, desa hijau, dan taman edukasi.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan alat musik kolintang, sebagai simbol kolaborasi dan semangat harmoni antarnegara peserta. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Republik Indonesia, perwakilan Pemerintah Jerman (GIZ), delegasi dari Kenya, para narasumber, serta undangan lainnya.