PGE LAHENDONG VS WARGA TONDANGOW Lurah Sweetly Navratilova Posuma SE,MAP : “Sebagai Pemerintah Memfasilitasi Pertemuan ini”.

by -2335 Views
Oplus_131072

FAJARMANADO.CO.ID. – Lurah Kelurahan Tondangow Sweetly Navratilova Posuma SE MAP sebagai Pemerintah bersama Pihak Pertamina Geothermal Area Lahendong menggelar musyawarah mufakat untuk mencapai kata sepakat antara PT Pertamina Geothermal Energy Lahendong dengan masyarakat Kelurahan Tondangow ,Kamis ,4 April 2024 di Aula Kelurahan Tondangow .


Diketahui pertemuan antara warga dan pihak PT Pertamina Geothermal Energy Lahendong pada 4 Maret 2024 ada 14 tuntutan warga .
14 Tuntutan warga ini ditindaklanjuti oleh Lurah Sweetly Posumah dengan menghadirkan PT Pertamina Geothermal Energy Lahendong ,Kepala Disnaker ,Camat Tomohon Selatan Badan Keuangan Daerah , Polres Tomohon dengan Warga Kelurahan Tondangow yang menjadi Juru bicara mewakili masyarakat Tondangow : Jefry Wawo ,Oktavian Wowor,Fanny Palar ,Max Tiwow,Risky Mengko dan Royen Wawo.

Inilah 14 Tuntutan Warga Tondangow

PERIAMINA GEOTHERMAAL ENERGY

MINUTES OF MEETING Subject Koordinasi dengan Pemerintah & Masyarakat Kelurahan Tondangow terkait Pemboran di Cluster 13.
Pembahasan Date Tanggal Senin, 04 Maret 2024 Attendees Location: Kantor Lurah Tondangow Lokasi Distribution: Distribusi Peserta 1. PT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY, TUK AREA LAHENDONG Pak John Rompas, Pak Juian Lendeng, Kapolsek Tomohon Selatan, Kasat Intel Polres Tomohon Kabag OPS Polres Tomohon 2. PT PLUMPANG RAYA ANUGERAH Pak Raimon Pogatin, 3. PEMERINTAH KELURAHAN TONDANGOW – Lurah Tondangow Perangkat Kelurahan, Masyarakat. 4. KESBANGPOL TOMOHON Mario Rumbani, dan anggota DESKRIPSI ACTION PLAN DUE DATE

Baca juga:  Pemerintah Kota Tomohon Bersinergitas Dengan TNI Laksanakan  10 Program Bantuan Bedah Rumah 

Tuntutan Masyarakat Kelurahan Tondoangow untuk kelancaran kegiatan Pemboran di Cluster 13.
1. Adanya pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan Pemboran PGE (Tenaga Kerja Lokal),

2. Adanya perekrutan masyarakat Lokal 2 (dua) orang TKJP per tahun. Realisasi tahun ini harus sudah ada
3. Harus dilakukan pemberitahuan/informasi awal ke masyarakat terkait kegiatan Buka Tutup Sumur.
4.Realisasi kesepakatan dengan pihak PRA O

5. Kompensasi PGE atas dampak uap, dan H2S terhadap masyarakat (kerusakan atap rumah, dan lahan pertanian). Sesuai informasi sudah pernah dilakukan kompensasi untuk masyarakat terdampak (seluruh masyarakat tondangow).

6. Pelatihan untuk pengadaan Sertifikat layak kerja bagi masyarakat Tondangow (diadakan oleh PGE)
7. Pengecekan Kebisingan di

8..Konfirmasi tersampaikan atau tidaknya informasi pemantauan lingkungan PGE di Cluster 13 ke Dinas KLHK atau ke DINAS KEHUTANAN,beberapa tempat

9.Data CSR yang telah direalisasi PGE ke Kelurahan Tondangow (ditinjau kembali terkait besaran nominal CSR)

10. Bonus Produksi PGE untuk Kelurahan Tondangow
11 Cathring

12. Akses jalan pertanian di sekitar lokasi Cluster 13 & Cluster 24.

Baca juga:  Panitia Beberkan Rangkaian Kegiatan, Pemkot Ajak Sukseskan HUT Kota Tomohon ke-21

13 Kontribusi semua serco untuk masyarakat Tondangow
14. Akses jalan Pertanian di sekitar Cluster P.

Dampak ledakan yang terjadi pada waktu yang lalu di Lokasi wilayah Pengeboran Sumur panas PT PGE di Kelurahan Tondangow yang membuat warga merasa ketakutan .

Informasi yang di dapat dari warga Tondangow bahwa kejadian ledakan ini sudah berulang ulang kali semenjak PGE Lahendong ini melaksanakan pengeboran di lokasi Tondangow.

Sampai saat ini kami merasa tidak nyaman , ledakan sering terjadi ,udara yang warga hirup setiap hari apakah tidak mengandung racun ? ,itu yang kami minta secara transparan kepada Pertamina ungkap Jefry.

Pelaksanaan musyawarah untuk mencapai kesepakatan mengenai penjaminan udara di Tondangow ,warga mendapatkan pekerjaan dan Kompensasi yang di janjikan PGE Lahendong dari Pimimpinan PGE Lahendong sebelumnya.


Musyawarah PGE Lahendong Vs Warga Tondangow berlangsung Panas ,saling melemparkan Argumentasi baik PGE maupun warga yang  disampaikan lewat juru bicara perwakilan warga kepada pihak PGE Lahendong Widodo dan Muhamad Didi sebagai Humas PGE , dan tidak menghasilkan kesepakatan.

Dengan tidak adanya  Kepastian dari PGE maka warga memutuskan untuk keluar dari ruangan aula kelurahan serta warga mengacam akan menutup akses jalan kelokasi pengeboran .

Baca juga:  Walikota Ucapkan Selamat HUT ke 176 Rurukan,dan Sampaikan Permohonan Maaf Tidak Hadir

Awak media Fajarmanado.co.id berhasil mewawancarai salah satu perwakilan warga ,  Jefry Wawo : Bahwa kami masyarakat akan menutup akses jalan dan untuk tidak ada pekerjaan pengeboran kalau belum ada kesepakatan.

Kepada Pihak PGE Lahendong, saat di wawancarai Awak media  ,PGE menolak tidak mau memberikan konfirmasi terkait dengan musyawarah yang tidak menghasilkan suatu kesepakatan dari 14 tuntutan warga Tondangow ( tidak satupun dari 14 tuntutan ini disepakati pihak PGE).

PT Pertamina Geothermal Energy Lahendong yang di wakili Widodo dan Muhamad Didi sebagai perwakilan terkesan tertutup .

Lurah Kelurahan Tondangow Sweetly Navratilova Posuma SH kepada media menyampaikan bahwa : ” Sebagai pemerintah setempat ,sudah berusaha memfasilitasi pertemuan ini, agar mendapatkan suatu kesepakatan antara warga Tondangow dan pihak PGE Lahendong .

Lurah Sweetly :Akan terus berusaha untuk mendapatkan jalan terbaik ,dan akan koordinasi dengan atasan Pak Assisten ,Sekdakot dan Walikota .

Hadir juga dalam musyawarah ,Kepala Dinas Tenaga Kerja Meriam Rau ,Camat Tomohon Selatan Robert Pelealu , Badan Keuangan Daerah Kabid Friedel Liuw ST, AKP Widodo ,Kapolsek Tomsel Iptu Yudi ,Sekcam Tomsel Felix Lalawi,SPd .